Loading your location

Review Suanggi: Ilmu Kutukan: Suguhkan Cerita yang Dalam dan Atmosfer Horor yang Kuat

By Ekowi14 September 2026

Pekan ini, kita semua akan disuguhi sebuah film horor lokal berjudul Suanggi: Ilmu Kutukan. Mengusung genre horor, thriller, dan misteri, film ini akan mengangkat kisah tentang Suanggi, sebuah warisan budaya lisan yang dikenal luas di berbagai wilayah Indonesia Timur seperti Papua, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai sumber teror utama dalam cerita.

Cerita dalam Suanggi: Ilmu Kutukan akan berpusat pada Beni (Pangeran Lantang), mantan penyanyi yang gagal mempertahankan karier hingga terlilit utang dalam jumlah besar. Setelah 13 tahun meninggalkan kampung halaman, Beni memutuskan kembali ke sebuah pulau terpencil bersama kekasihnya, Gia (Carissa Perusset). Kepada Gia, Beni mengatakan bahwa tujuan kepulangannya adalah menjenguk ibu angkatnya, Mama Lin (Dayu Wijanto) yang sedang sakit. Namun, alasan tersebut ternyata bukan seluruh kebenaran. Di balik kepulangannya, Beni menyimpan rencana lain yang berkaitan dengan harta keluarga.

Situasi berubah ketika kedatangan Beni justru memicu keresahan warga. Teror misterius mulai menghantui penduduk pulau dan perlahan membuka sesuatu yang selama ini tersembunyi. Sosok Aroba (Iwa K) menjadi bagian penting dari ancaman tersebut. Gia yang merasa ada sesuatu yang tidak beres kemudian mulai menyelidiki perilaku Beni. Semakin dalam penyelidikannya, semakin jelas bahwa ada rahasia kelam yang sengaja disembunyikan.

Teror tersebut semakin mengerikan ketika serangan lalat mematikan mulai mengancam keluarga Mama Lin dan warga Pulau Kladum. Di tengah kepanikan, Beni dipaksa menghadapi kutukan sekaligus rahasia gelap yang selama ini berusaha ia tinggalkan.

Satu hal yang menonjol dari Suanggi: Ilmu Kutukan adalah keberaniannya untuk tidak hanya mengandalkan jumpscare murahan. Selaku sutradara, Dom Dharmo yang belum lama ini juga menggarap film horor lainnya berjudul Pemikat Jiwa, coba memberikan perhatian lebih pada pengembangan psikologis karakternya.

Selain itu, teror sosial dari film ini juga menyentuh aspek sosiologis tentang bagaimana perilaku seseorang bisa berubah drastis ketika didorong oleh ketakutan dan takhayul. Hal tersebut berhasil didukung penuh oleh keberhasilan sang sutradara dalam membangun suspense secara perlahan (slow burn), yang merupakan perubahan segar di tengah gempuran film horor aksi yang berisik.

Kekuatan lain dari film ini juga terletak dari orisinalitas materinya. Mengangkat legenda yang berasal dari Indonesia Timur, pastinya akan memberikan warna baru bagi penonton Indonesia yang mungkin sudah mulai jenuh dengan premis horor religius atau kutukan kain kafan yang dominan di pasar. Detail budaya yang dimasukkan ke dalam dialog dan tradisi yang ditampilkan, juga turut memperkaya nilai produksi film ini.

Walaupun tidak bisa ditampik bahwa masih ada beberapa kekurangan dari film ini, seperti fokus pada dramanya yang terkadang mengalihkan fokus dari elemen supranaturalnya. Selain itu, bagi sobat nonton yang mengharapkan intensitas horor yang konsisten dari awal hingga akhir, Suanggi: Ilmu Kutukan mungkin akan terasa sedikit lambat di bagian pertengahan. Meskipun begitu, konklusi cerita yang mengejutkan mampu membayar tuntas hal tadi.

Akhir kata, Suanggi: Ilmu Kutukan cukup penulis rekomendasikan bagi sobat nonton penggemar horor yang menghargai cerita yang dalam dan atmosfer yang kuat. Ini adalah bukti bahwa talenta sutradara baru seperti Dom Dharmo mampu membawa angin segar bagi sinema horor Indonesia. Suanggi: Ilmu Kutukan juga bukan sekadar film horor tentang hantu yang menakut-nakuti manusia. Ini adalah sebuah eksplorasi tentang trauma, prasangka, dan legenda yang hidup di tengah masyarakat kita.

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

NOW PLAYING

ABOVE & BELOW
PAW Patrol: The Dino Movie
Hope
Detective Conan: Fallen Angel of the Highway

COMING SOON

DEAD OF WINTER
Groove Tails
RUNSEOKJIN_EP.TOUR in JAPAN: LIVE VIEWING
Tangled