Review Unexpected Family: Film yang Menghibur sekaligus Menyentuh Hati

Jackie Chan merupakan aktor, sutradara sekaligus produser film asal Hong Kong. Sebagai aktor, Jackie Chan dikenal dalam perannya di berbagai film aksi berbahaya untuk genre seperti martial arts (Drunken Master) hingga action (franchise Police Story, Rush Hour). Hampir tidak ditemui film sang aktor yang benar-benar sebuah film drama yang mengharu biru.
Sekali pun ada, hampir selalu diselingi oleh adegan aksi yang lebih menghibur dibanding menegangkan. Sebut saja film seperti Rob-B-Hood, The Karate Kid dan beberapa judul lainnya yang memiliki sisi drama yang cukup menyentuh.
Tahun 2026 ini, sang aktor kembali dengan film serupa berjudul Unexpected Family.
Kisah dalam film Unexpected Family akan berpusat pada karakter Zhong Bufan (Yuchang Peng), seorang pemuda yang memilih meninggalkan kampung halamannya karena konflik keluarga yang tak kunjung selesai. Dengan hati yang penuh beban, Zhong pergi ke Beijing untuk mencari ketenangan sekaligus memulai hidup baru.
Di sana, ia bertemu Ren Jiqing (Jackie Chan), seorang pria lanjut usia yang hidup sendirian dan menderita alzheimer. Karena gangguan ingatan yang dialaminya, Ren Jiqing keliru mengira Zhong sebagai anaknya yang telah lama terpisah. Kesalahpahaman itu justru membuat Ren Jiqing memperlakukan Zhong dengan penuh kasih sayang.
Situasi tersebut nantinya akan menempatkan Zhong dalam dilema: ia tahu kalau hubungan itu terbangun di atas kesalahan, tapi kehangatan yang ia rasakan rupanya memberinya pengalaman keluarga yang selama ini tak pernah ia miliki. Lantas, bagaimanakah hubungan mereka berdua selanjutnya?
Unexpected Family akan membawa sobat nonton ke dalam banyak layer konflik dari dua karakter utamanya. Meski begitu, flow yang diberikan oleh filmnya ke sobat nonton sebenarnya pun masih bisa dicerna. Selaku sutradara, Taiyan Li mampu membuat saling keterkaitan antara satu subteks dengan subteks lainnya semulus mungkin agar tidak adanya jumping atau gap.
Ketika menonton sebuah film, penonton biasanya akan menemukan satu hal yang memang menjadi benang merah konfliknya. Sedangkan dalam film film ini, sobat nonton dijamin akan menemukan cukup banyak benang merah yang dijahit menjadi satu. Walaupun, di sisi lain, hal tersebut akan menimbulkan pertanyaan perihal fokus mana yang sebenarnya ingin ditampilkan oleh film ini.
Di samping itu, sepertinya penulis cerita film ini juga masih sangat berpatokan pada konsep film mandarin tradisional. Oleh karena itu, masih ada beberapa transisi emosi dari karakter Jackie Chan yang terlihat terlalu spontan, layaknya film-film mandarin klasik. Hasilnya, penulis jadi agak sedikit bingung tatkala menangkap emosi sang karakter.
Tapi di atas itu semua, Unexpected Family tetap merupakan film yang menghibur sekaligus menyentuh hati. Jackie Chan sanggup menampilkan sisi manusiawi, hangat, dan reflektif, sambil tetap mempertahankan sedikit humor khasnya. Dengan kombinasi adegan drama emosionalnya, Unexpected Family pada akhirnya akan meninggalkan kesan mendalam bagi sobat nonton, sekaligus menjadi penghormatan bagi para penderita dementia atau alzheimer di luar sana.








