Loading your location

Review Number One: Karya Emosional yang Tak Takut Menampilkan Sisi Rapuh Manusia

By Ekowi11 Maret 2026

‎Film asal negeri ginseng yang berjudul Number One ini menjadi salah satu proyek paling dinantikan di awal tahun 2026. Dibintangi oleh Choi Woo Shim, Jang Hye Jin, dan Gong Seung Yeon, film ini coba menawarkan kisah emosional yang menggabungkan unsur misteri, drama keluarga, dan hubungan interpersonal yang kompleks.

‎Number One berkisah tentang perjalanan Ha Min (Choi Woo Shik), seorang pria muda yang hidupnya berubah drastis ketika mulai melihat angka misterius yang berkurang satu setiap kali ia memakan masakan ibunya, Eun Sil (Jang Hye Jin). Pada awalnya, Ha Min tidak mengerti arti dari fenomena aneh ini. Namun, lama-kelamaan ia menyadari kenyataan mengerikan, ketika angka tersebut mencapai nol, ibunya akan meninggal.

‎Situasi tadi lalu menimbulkan ketegangan emosional dan moral yang mendalam. Ha Min terpaksa memikirkan bagaimana caranya melindungi orang yang dicintainya sambil menghadapi rahasia dan kutukan yang tampaknya melekat pada angka tersebut. Di sisi lain, hubungan Ha Min dengan ibunya pun menjadi semakin rumit dikarenakan rasa sayang yang bercampur dengan rasa takut akan kehilangannya tadi.

‎Sejak awal, film ini seperti sedang menanam benih-benih pertanyaan besar, “Mengapa aku yang selamat?” dan “Mengapa bukan orang lain?”. Namun, di balik itu semua, film Number One ternyata menyimpan dentuman emosional yang sengaja dipendam, menunggu untuk dilepaskan di penghujung film.

‎Sebagai sutradara, Kim Tae Yong mampu memperlihatkan kepekaannya terhadap detail seperti micro expression, ekspresi diam, dan interaksi sunyi. Semua itu digunakan untuk menyampaikan beban emosional tanpa harus selalu lewat dialog. Pilihan framing, penggunaan ruang dalam adegan, dan tempo narasi juga cukup membantu dalam memperkuat mood pengisahannya.

‎Walaupun, masih ada bagian-bagian yang terasa terpangkas, scene yang seharusnya bisa lebih lama untuk dieksplorasi, subplot yang terasa setengah jadi, serta motivasi karakter yang kurang dibangun. Meski begitu, film ini masih tetap mampu menjaga keutuhannya sebagai karya yang berfokus pada emosi manusia.

‎Kim Tae Yong juga menolak untuk terburu-buru dalam menggerakkan alurnya, dan membiarkan sobat nonton perlahan meresapi kepiluan dari karakter utamanya yang tidak melulu harus diletupkan. Pengarahannya sarat sensitivitas, sehingga berhasil menciptakan momen-momen emosional tanpa harus terkesan mengemis tangis.

‎Pada akhirnya, Number One adalah sebuah karya emosional yang tidak takut dalam menampilkan sisi rapuh manusia. Film ini akan memperluas cara kita memandang sebuah tragedi, bukan hanya sebagai suatu peristiwa besar, tetapi juga menjadi luka panjang dalam jiwa orang-orang yang ditinggalkan.

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

NOW PLAYING

Hamnet
BLADES OF THE GUARDIANS
ENHYPEN WALK THE LINE : SUMMER EDITION
Cyberbullying

COMING SOON

Lukisan Berlumur Darah 2026
The Alto Knights
A SEPARATION
The Kings Warden