Loading your location

Review Suamiku Lukaku: Gambaran Lugas Sebuah Hubungan yang Abusif

By Ekowi29 Mei 2026

Kasus mengenai hubungan abusif sepertinya mendapatkan perhatian yang semakin meningkat beberapa tahun terakhir sejak pergerakan #MeToo mulai terkenal. Pada dasarnya, pergerakan ini meminta untuk masyarakat mulai mendengarkan korban kekerasan seksual.

Rumah produksi SinemArt pun tak tinggal diam dalam mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), khususnya terhadap perempuan ini dengan merilis sebuah film berjudul Suamiku Lukaku yang disutradarai oleh Ssharad Sharaan dan Viva Westi.

Film Suamiku Lukaku bercerita tentang Amina (Acha Septriasa), seorang ibu yang menjalani kehidupan yang sulit. Ia menikah dengan Irfan (Baim Wong), sosok yang terlihat baik di depan orang lain, tapi menakutkan dan kejam saat di dalam rumah.

Saat kondisi anak mereka, Nadia (Azkya Mahira), semakin memburuk dan nyawanya terancam, Amina harus bertahan dalam kekerasan dan ketakutan setiap hari, tanpa ada yang benar-benar melihat penderitaannya.

Ketika ia bertemu Zahra (Raline Shah), seorang pengacara yang berani memperjuangkan hak perempuan, muncul harapan untuk bebas. Akan tetapi, kebebasan selalu ada harganya di dunia, di mana kebenaran pun turut dibayar dengan mahal.

Sejak awal film, pengarahan dari Ssharad Sharaan dan Viva Westi bisa jadi akan membangkitkan trauma para penyintas kekerasan dalam berumah tangga. Bahkan, paling minim pun sobat nonton dapat melihat betapa menyeramkannya terjebak dalam hubungan yang abusif.

Ditambah dengan pembawaan musik gubahan Bhapi Bhattacharya, adegan-adegan yang hanya sekadar menunjukkan trauma yang menyebabkan korban menjadi paranoid pun dijamin akan cukup mengagetkan bagi penonton biasa yang belum pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

Naskah cerita garapan Titien Wattimena bersama Beta Inggrid Ayu Ningtyas ini juga tidak hanya sekadar ingin menghadirkan cerita tentang seorang karakter perempuan yang berusaha melarikan diri dari sosok yang selama ini telah mengekang dan berlaku keras padanya. Lebih dalam, aliran kisah Suamiku Lukaku juga memberikan penggalian secara lugas akan gambaran sebuah hubungan yang abusif serta berbagai pengaruh fisik dan mental yang mendera sosok korban dalam hubungan toxic tersebut.

Selain itu, sutradara film ini juga tidak hanya mendalami pengisahan dari sudut pandang yang monoton. Garapan cerita yang luas juga memberikan pandangan bagaimana para korban dari sebuah hubungan yang abusif seringkali kesulitan untuk memberikan atau mendapatkan rasa kepercayaan dari orang-orang yang berada di sekitarnya akibat trauma dari masa lalu mereka. Sebuah pengisahan yang kelam dan mampu dituturkan secara kuat.

Kemampuan sang sutradara untuk membuat detak jantung setiap penontonnya berdegup lebih kencang atau menahan nafas mereka secara konstan jelas juga hadir akibat penampilan prima dari para aktornya. Ya, sebagai Amina, Acha Septriasa sepertinya memahami benar akan luka psikologis yang dialami dan dirasakan oleh karakternya.  Dalam setiap lirikan mata maupun gerakan tubuhnya, Acha mampu menghadirkan elemen tersebut dan membuat sobat nonton akan merasakan kekhawatiran maupun ketakutannya.

Pada akhirnya, Suamiku Lukaku seakan ingin menunjukkan bahwa situasi yang menyeramkan, yang disebabkan oleh sebuah hubungan yang abusif, dapat dihindari jika orang-orang di luar sana bersedia untuk mulai mendengarkan derita dan cerita dari para korban.

Sobat nonton, jangan lupa bagikan tulisan ini ya!

NOW PLAYING

Suamiku Lukaku
Keluarga Suami Adalah Hama
MOBILE SUIT GUNDAM HATHAWAY THE SORCERY OF NYMPH CIRCE
The Kings Warden

COMING SOON

The Color Purple
Ratu Petaka
The Odyssey
Pressure